Ketika anak kos mereview makanan yang jarang dimakan anak kos.
Apa jadinya ya?
Maaf kalau terlalu norak ya.
Tapi beneran ini Burger Buto nyaman di kantong dan di lidah.
Dan minta bantuan ya view like share subscribe
https://www.youtube.com/watch?v=z1wcyse-oVw&t=75s
lilaemaliza
Sabtu, 02 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Waktu Aku Mencoba Membuat Channel Youtube Bersama Teman-teman
Ini ceritanya waktu itu aku sedang duduk dan bermain HP.
Salah satu temanku memanggil dan bilang kalau ingin membuat channel youtube
karena dia itu hobi banget dengan yang namanya dandan.
Dia itu suka coba-coba make up dari yang tidak terkenal namanya hingga yang terkenal semacam
Wardah, Maybelline, Make Over, Emina, Latulip, Revlon, dan masih banyak lagi.
Nah sedangkan aku bingung , aku nanya dia terus aku konten apa, aku cuma bisa makan.
Yasudah akhirnya bikin deh makanan, sebenernya mau share happiness tapi ada yang tidak setuju, yasudah.
NAH SEKARANG AKU MAU MINTA BANTUAN KALIAN UNTUK VIEW LIKE SUBSCRIBE AND SHARE.
THANKSSS!! tinggal klik link ini nih.............
https://www.youtube.com/channel/UCjXLi3Ju3kYUrfhDlKUd06Q
Salah satu temanku memanggil dan bilang kalau ingin membuat channel youtube
karena dia itu hobi banget dengan yang namanya dandan.
Dia itu suka coba-coba make up dari yang tidak terkenal namanya hingga yang terkenal semacam
Wardah, Maybelline, Make Over, Emina, Latulip, Revlon, dan masih banyak lagi.
Nah sedangkan aku bingung , aku nanya dia terus aku konten apa, aku cuma bisa makan.
Yasudah akhirnya bikin deh makanan, sebenernya mau share happiness tapi ada yang tidak setuju, yasudah.
NAH SEKARANG AKU MAU MINTA BANTUAN KALIAN UNTUK VIEW LIKE SUBSCRIBE AND SHARE.
THANKSSS!! tinggal klik link ini nih.............
https://www.youtube.com/channel/UCjXLi3Ju3kYUrfhDlKUd06Q
Jumat, 22 Februari 2019
Sudah Kuduga
Cerita
ini terjadi beberapa hari lalu. Kurang ingat, mungkin satu bulan lalu. Desember
bulannya, tanggalnya tepat tanggal tua. Namun, tanggal tua bukan berarti
kehabisan kekayaan bulanan karena anak ini beda. Beda, dia selalu memiliki
pemasukan yang sedikit demi sedikit malah cukup. Banyak dengan cukup itu
berbeda ya. Anak ini namanya Sika, dia punya pasangan monyet namanya Raga.
Pasangan monyet maksudnya hasil cinta monyet.
Sika
berencana memberikan kejutan pada Raga karena saat itu hari ulang tahunnya sekaligus
untuk merayakan menjelang tahun baru. Namun, Sika takut kalau Raga tidak
memberikan reaksi apa-apa karena Raga itu anaknya cueknya sampai menembus
langit. Bila dapat dikata, kalau belu ada truk tanki tabrakan dengan pesawat,
dia tidak akan peduli dengan apapun.
Sika
menghubungi Raga mendadak di malam hari karena sebenarnya mereka juga tidak
kontak setiap detik seperti monyet-monyet dulu karena kesibukan masing-masing.
Raga menjawab dengan keraguan, dia tidak tahu apa besok akan bisa datang ke
tempat yang ditentukan Sika atau tidak, di tempat makan dalam Mall di kotanya.
Esok
hari datang Sika siap berdandan, tapi biasa saja seperti ingin pergi ke sebelah
rumah. Dia tidak berpikir kalau Raga itu kalau sudah tidak janji biasanya sudah
tidak bisa datang. Akhirnya dia membuat janji dengan temannya apabila Raga
tidak datang. Dia berangkat ke Mall. Rasanya dia punya ide gila.
“Aku
mending beli tiket bioskop daripada beli jam tangan. Ya ampun mahal-mahal.
Dompet? Juga mahal. Aku mungkin harus beli cilok buat dia. Ah dimana ya? Aku
beli jajan apa ya? Takutnya dia nggak suka macam-macam yang aku suka. Aku beli
eskrim aja. Gila nanti leleh. Duuuuhh aku harus beli apa. Nanti aja di gedung
tempat beli tiket bioskop aku tawari dia.”
Akhirnya
Sika hanya membawa dirinya keluar Mall menuju gedung bioskop. Dia tidak sengaja
melihat seseorang yang dia kenal dan pernah dia benci. Dia sepertinya teman
Raga. Namun, Sika tidak mengenalnya untuk apa menyapa walaupun dulunya dia
pernah sok kenal. Ahsudahlah seperti tidak ada kerjaan saja menyapa dia. Siapa
dia siapa Sika. Begitu pikirnya.
“What?
Ada demo apa ini? Aku nggak tahu harus gimana? Cukup nggak ya antri tiket
segini banyaknya. Ah cukup.”
Sumpah
kalau kalian tahu bagaimana antrinya pasti memilih jam sore daripada setengah
jam kemudian. Kalau kalian antri jam 12 sedangkan filmnya jam 1 mungkin kalian
dapat tiket film sudah berjalan beberapa waktu. Di antrian belakang, Sika tidak
tahu film apa yang harus dia tonton. Ada Hangout, Cek Toko Sebelah, Assassin,
dan apalagi tidak tahu. Sampai gilirannya mendekat batinnya masih perang.
“Aku
nonton apa ya? Duh sinyal jelek banget. Raga suka film apa ya? Ini baru pertama
kali kita nonton bioskop bareng. Aku pernah tanya dia suka film kayak Suicide
Squad. Kalau aku beli hangout suka nggak ya apalagi cek toko sebelah. Duh, tapi
aku sudah mimpi-mimpi ingin lihat Hangout. Kalau dia nggak suka jadi nggak
surprise dong. Apa aku tanya dia aja dulu? Ah tambah nggak surprise.”
Sambil
antri dia sms Raga memberitahukannya kalau Sika sudah di tempat, tapi tidak
jadi. Dia memberitahu kalau di gedung bioskop. Betapa kaget Raga dengan
pernyataan itu. Dia belum memberikan pernyataan bahwa mereka akan ketemu malah
Sika sudah bikin ulah dengan keputusannya sendiri. Kemudian dia jujur
memberikan tiket bioskop untuk hadiah ulang tahun. Maklum mereka bukan kalangan
orang-orang nigrat.
Sika, astaga aku kan bilang
nggak janji. Malah kamu sekarang sudah di sana. Tunggu ya, aku kesana. Aku
masih ada kelas sebenarnya.
Sms
Raga ke Sika menandakan kalau Raga agak khawatir kalau dia tidak bisa menepati
janji dalam keraguan. Namun, Sika mengizinkannya tidak datang kala memang dia
tidak bisa. Saat itu memang Sika libur, tetapi Raga masuk kuliah.
“Sika,
di mana?”
“Di
sini.”
Arah
memang menunjukkan mereka bertemu walaupun Sika hanya mengatakan di sini. Raga
ditawari makan, minum, dan jajan tidak mau. Sika lapar sekali. Dia tidak tahu
kalau pasangannya begitu cuek seperti ini. Tahu kalau cuek tapi tidak sangka
sampai segitunya. Kalian tahu, Sika dan Raga masuk bioskop, nonton, tanpa
makanan. Renyah tidak menurut kalian? Sudahlah memang adanya begitu.
“Sebenarnya
tadi aku sudah siapin nraktir di tempat ini (Raga menunjukkan tempat makan dari
Hpnya). Ini pedes banget, aku suka pedes.”
“Gila,
kenapa nggak bilang? Aku kan bisa ke sana? Gimana kalau abis nonton?”
“Ah
pulangnya kan sore. Kapan-kapan aja. Aku nggak bilang kan mau ngasih surprise
aja.”
“Ah
gila. Aku juga nggak bilang malah ngasih surprise juga, Raga.”
Kalian
tahu apa yang terjadi? Mereka sama-sama tidak memberikan kejelasan dalam
surprise. Begitulah hasilnya, tidak sesuai harapan. Bahkan Raga menanyakan
mengapa tidak menonton Hangout atau Cek toko sebelah saja. Oh my god. Sika dan
Raga lucu agaknya. Bagaimana bisa ada kehidupan model seperti ini ya?
Coba
bayangkan kalian ya, memberi surprise ke pasangan, tapi di sana pasangan juga
ingin memberi surprise. Dan itu berbeda tempat. Harus ada salah satu yang
mengalah agar hanya ada satu tempat yang dituju. Dan itu kamu. Namun,
surprisemu agaknya gagal. Bayangkan betapa kamu ingin menjalani surprise yang
diberikan pasangan kamu? Lucu sangat lucu guys.
Sekilas Ilmu Soshum
® Zaken
kabinet adalah kabinet yang diisi oleh orang-orang profesional
® Lingga
Yoni adalah simbol kelelakian Dewa Siwa
® Negara
pemrakarsa OPEC: Afrika (Aljazair, Angola, Libya, Nigeria). Asia (Arab Saudi,
Iran, Irak, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab). Amerika Selatan (Ekuador dan
Venezuela).
® ASEAN:
Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Bangkok (tahun 1967), ditambah
lagi: Brunai, Myanmar, Vietnam, Kamboja, dan Laos.
® EFTA
(European Free Trade Association) lahir pada tahun 1960. Anggotanya, yaitu
Austria, Islandia, Norwegia, Portugal, dan Swis.
® Pithecantropus
Erectus adalah antara kera dan manusia.
® Pithecantropus Robustus adalah manusia kera
berahang besar (mojokertensis).
® Pithecantropus
Dubuis ditemukan di pleistosen bawah (Jetis).
® Pithecantropus
Soloensis ditemukan di pleistosen atas (Ngandong).
® Homo
adalah menyerupai manusia yang lebih maju dari manusia purba lainnya memiliki
otak 1350 cc lebih.
® Homo
Wajakensis, Homo Soloensis, dan Homo Sapiens (sangat menyerupai manusia ditemukan
pada zaman Holden).
® Primordialisme
adalah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil
(tradisi, adat, kepercayaan, dan juga dari lingkungan).
® Integrasi
adalah suatu keadaan di mana kelompok etnic beradaptasi dan konformitas
terhadap kebudayaan mayoritas, tetapi masih tetap memperhatikan kebudayaan
masing-masing.
® Ideologi
adalah kumpulan ide atau gagasan.
® Sintesis
adalah suatu integrasi dari dua atau lebih elemen dan menghasilkan hal baru.
® Andesit
adalah batuan beku dengan komposisi antara tekstur spesifik.
® Elaborasi
adalah penggarapan secara tekun dan cermat.
® Punden
berundak adalah teras atau trap berganda yang mengarah pada satu titik dengan
semakin tinggi posisinya.
® Sarkofagus
adalah tempat menyimpan jenazah.
® Candi
Borobudur:
1. Dibangun
abad ke-8 dan ke-9
2. Monumen
Budha terbesar di dunia
3. Mahakarya
dengan adegan reliefnya sangat utuh dan lengkap
4. Dibangun
dari batu batuan vulkanik dari sungai Elo dan Progo
5. Memiliki
100 talang air berbentuk makara (patung ikan berkepala gajah
6. Puzzle
raksasa dari 2 juta batu balok yang saling interlock
7. Memiliki
sistem matriks yang belum dikenal
8. Dibangun
selama 75 tahun di bawah arsitek Gunadarma
9. Tempat
berziarah umat Budha dan China, India, Tibet, dan Kamboja.
® Cara
meneliti sejarah:
1. Heuristik
(menentukan atau mencari), sumber primer: saat peristiwa terjadi, sumber
sekunder: pihak kedua
2. Verifikasi
(penilaian atau pemeriksaan terhadap kebenaran tentang suatu peristiwa)
3. Interpretasi
(menafsirkan atau merangkai fakta sejarah menjadi satu kesatuan yang harmonis
dan masuk akal)
4. Historiografi
(penulisan sejarah), tradisional, kolonial, dan nasional.
Senin, 04 Februari 2019
Diriku Malam Ini
Puisi Rindu - Puisi Cinta - Puisi Menyentuh Hati
Pernah kudengar nyanyian cinta tapi tak semerdu hujan malam ini
Gemericiknya menggelitik
Hingga membuatku tersenyum sendiri di pojok bilik
Tapi itu hanya buaian sesaat,
Tak lama hantaman petir menggertak seluruh isi jantungku
Hingga yg tersisa hanya aungan rinduku
Nyanyian cinta itu tak lagi ada,
Begitu juga kau
Meninggalkanku dipeluk kedinginan malam
Dan tusukan bulir hujan yang tajam
Pernah kudengar nyanyian cinta tapi tak semerdu hujan malam ini
Gemericiknya menggelitik
Hingga membuatku tersenyum sendiri di pojok bilik
Tapi itu hanya buaian sesaat,
Tak lama hantaman petir menggertak seluruh isi jantungku
Hingga yg tersisa hanya aungan rinduku
Nyanyian cinta itu tak lagi ada,
Begitu juga kau
Meninggalkanku dipeluk kedinginan malam
Dan tusukan bulir hujan yang tajam
Kamis, 09 Agustus 2018
My Acne Story atau Perjalanan Melawan Jerawat 2
Haloha...
Sudah lama nggak post info-info menarik ya? Tapi jangan khawatir aku tetap semangat melanjutkan my acne story. Oke terakhir aku bruntusan banyak banget dan ini jerawat terparah yang aku punya selama hidup di dunia. Jerawat mendominasi pili kanan dan kiri. Merah-merah dan menyebabkan bekas. Serasa aku sudah nggak percaya diri lagi. Akhirnya aku mencoba memakan obat pembersih darah kapsida. Bagiku ini lumayan mengurangi jerawat setelah pemakaian beberapa minggu. Namun, apa yang terjadi setelah itu, jerawatku semakin meraja lela. Oh Tuhan apakah semua ini kutukan?
Aku berhenti menggunakan obat itu. Aku mendapat saran dari temanku sebuah obat yang aku lupa namanya, harganya kisaran 125. Aku nggak mau karena aku takut apa yang terjadi padaku sebelumnya. Jadi keputusan terakhir adalah daun pepaya, ibuku bilang daun pepaya manjur untuk mengobati jerawat dan bekasnya. Tapi harus telaten, lumayan dalam 3 bulan bisa berkurang akhirnya kuakhiri pemakaiannya. Setelah wktu terus berjalan aku sudah terbiasa dengan mukaku yg tidak tumbuh jerawat, tetapi bekas jerawat dimana mana. Tapi aku bersyukue dengam itu, setidaknya aku sudah tidak berjerawat lagi.
Aku teruskan kegiatanku sehari-hari, debu, terik matahari, polusi adalah teman setiap hari. Hingga bencana datang lagi. Aku berjerawat lagi dan ini semakin parah. Tapi tidak separah yg dahulu. Aku pasrah. Mungkin jerawat telah menyukaiku dan ingin setia denganku, nggak ingin pisah denganku. Tapi aku nggak mau. Maafkan aku jerawat aku harus membasmimh dengan berbagai cara. Akhirnya aku perempuan cantik dan tak segan aku bercerita tentang jerawat. Dia menyarankanku menggunakan masker tomat. Masker tomat? Akhirnya aku telaten menggunakannya sampai teman kosku berkata bauku kalay malam mirip rujak buah. Aku pikir, emang rujak buah ada tomatnya? Ah entahlah. Kulakukan hampir 3 bulan. Dan apa yang terjadi? Ini sebuah keajaiban. Wajahku bersih hanya tersisa bekas yg tak banyak yakni 2. Kanan 1 kiri 1. Di saat aku menulis artikel ini, bekas jerawatku yang kanan sudah hilang dan memudar. Mulai saat itu aku rajin melakukan peeling, facial, brightening. Entah apalagi namanya. Wajahku semakin bersahabat. Mungkin perempuan itu petunjuk dari Tuhan karena aku pasrah.
Terimakasih. Tips buat kalian yang ingin membasmi jerawat: kalian bisa gunakan apa saja yang kalian cocok, dan telaten, itu kuncinya, telaten. Karena setiap kulit seseorang berbeda beda. Artikel di atas tidakcbermaksud membuat kalian menghinndari produk yang tidak cocok bagi kulitku. Itu hanya ceriraku saja, semoga kalian tetap semangat membasmi jerawat. Oh ya, kalau kalian sudah tidak ingin mengutak utik masalah jerawat. Gakpapa kok yang penting kalian harus percaya diri dengan diri kalian masing-masing. Terimakasih selamat mencoba.
Sudah lama nggak post info-info menarik ya? Tapi jangan khawatir aku tetap semangat melanjutkan my acne story. Oke terakhir aku bruntusan banyak banget dan ini jerawat terparah yang aku punya selama hidup di dunia. Jerawat mendominasi pili kanan dan kiri. Merah-merah dan menyebabkan bekas. Serasa aku sudah nggak percaya diri lagi. Akhirnya aku mencoba memakan obat pembersih darah kapsida. Bagiku ini lumayan mengurangi jerawat setelah pemakaian beberapa minggu. Namun, apa yang terjadi setelah itu, jerawatku semakin meraja lela. Oh Tuhan apakah semua ini kutukan?
Aku berhenti menggunakan obat itu. Aku mendapat saran dari temanku sebuah obat yang aku lupa namanya, harganya kisaran 125. Aku nggak mau karena aku takut apa yang terjadi padaku sebelumnya. Jadi keputusan terakhir adalah daun pepaya, ibuku bilang daun pepaya manjur untuk mengobati jerawat dan bekasnya. Tapi harus telaten, lumayan dalam 3 bulan bisa berkurang akhirnya kuakhiri pemakaiannya. Setelah wktu terus berjalan aku sudah terbiasa dengan mukaku yg tidak tumbuh jerawat, tetapi bekas jerawat dimana mana. Tapi aku bersyukue dengam itu, setidaknya aku sudah tidak berjerawat lagi.
Aku teruskan kegiatanku sehari-hari, debu, terik matahari, polusi adalah teman setiap hari. Hingga bencana datang lagi. Aku berjerawat lagi dan ini semakin parah. Tapi tidak separah yg dahulu. Aku pasrah. Mungkin jerawat telah menyukaiku dan ingin setia denganku, nggak ingin pisah denganku. Tapi aku nggak mau. Maafkan aku jerawat aku harus membasmimh dengan berbagai cara. Akhirnya aku perempuan cantik dan tak segan aku bercerita tentang jerawat. Dia menyarankanku menggunakan masker tomat. Masker tomat? Akhirnya aku telaten menggunakannya sampai teman kosku berkata bauku kalay malam mirip rujak buah. Aku pikir, emang rujak buah ada tomatnya? Ah entahlah. Kulakukan hampir 3 bulan. Dan apa yang terjadi? Ini sebuah keajaiban. Wajahku bersih hanya tersisa bekas yg tak banyak yakni 2. Kanan 1 kiri 1. Di saat aku menulis artikel ini, bekas jerawatku yang kanan sudah hilang dan memudar. Mulai saat itu aku rajin melakukan peeling, facial, brightening. Entah apalagi namanya. Wajahku semakin bersahabat. Mungkin perempuan itu petunjuk dari Tuhan karena aku pasrah.
Terimakasih. Tips buat kalian yang ingin membasmi jerawat: kalian bisa gunakan apa saja yang kalian cocok, dan telaten, itu kuncinya, telaten. Karena setiap kulit seseorang berbeda beda. Artikel di atas tidakcbermaksud membuat kalian menghinndari produk yang tidak cocok bagi kulitku. Itu hanya ceriraku saja, semoga kalian tetap semangat membasmi jerawat. Oh ya, kalau kalian sudah tidak ingin mengutak utik masalah jerawat. Gakpapa kok yang penting kalian harus percaya diri dengan diri kalian masing-masing. Terimakasih selamat mencoba.
Selasa, 27 Maret 2018
My Acne Story atau Perjalanan Melawan Jerawat
Hai kalian. Lama sekali sangat enggak share postingan. Kali ini mau bahas tentang my acne story atau perjalanan melawan jerawat. Di sini awalnya aku enggak pernah yang namanya muncul jerawat membandel. Walaupun muncul mungkin hanya waktu mau bulanan. Dan itu pun bisa menghilang seiring berjalan waktu. Tapi kali ini sangat membuatku shock kaget pokonya campur aduk. Semester 3 ketika ada acara KKL. Itu wajahku masih polos dan tidak ada noda. Waktu itu perjalanannya sangat panjang dan saking dinginnya kulit mungkin menyesuaikan ya. Langsung muncul jerawat di pipi ku sebelah kiri. Aku biasa saja kan aku pikir itu akan hilang dan kembali seperti wajahku dulu. Tapi pikiranku salah. Sampai pulang KKL jerawat itu masih meninggalkan bekas merah. Aku biarkan karena menurutku itu pasti hilang.
(maaf saya ambil gambar berdasarkan kenyataan. Maaf apabila ada ketidaknyamanan penglihatan atau perasaan. Gambar kedua itu saat memakai acnes sealimg gel)
Ternyata berminggu-minggu enggak hilang saudara-saudara. Aku coba beli acnes sealing gel, kata teman-temanku itu ampuh banget hilangin jerawat. Kalau untuk bekas jerawat ada sendiri. Tapi aku Cuma pakai yang sealing gel. Beberapa hari efeknya sudah terasa sih jerawatku yang baru muncul di pipi kanan itu mulai kempes. Yang di pipi kiri tadi sudah tinggal bekas tapi merah. Aku lanjut pakai itu lumayan membuat wajahku lebih halus.
Hingga pada suatu hari aku harus menggunakan make up untuk tampil acara teatrikal puisi. Maklum selama ini aku make up ya Cuma bedak dan lipstik. Waktu itu aku didandani dalam keadaan wajahku kotor karena pulang kuliah langsung harus siap di ruang ganti, aku Cuma basuh wajahku pakai air dan pakai sabun muka milih temanku. Waktu itu ponds yang warnanya hijau aku kurang tahu ya namanya.
Make up sampai malam. Aku terlalu lelah. Membersihkan muka pun kurang bersih sepertinya aku langsung tidur. Beberapa hari kemudian wajahku mulai bruntusan. Dan ada jerawat satu, mungkin karena mau bulanan ya. Aku bingung enggak tahu apa yang terjadi. Aku Cuma mengandalkan acnes sealing gel. Ternyata dia sudah tidak mempan lagi di wajahku. Wajahku semakin parah. Banyak yang bilang wajahku jadi semakin parah. Dari itu aku nggak pede sama sekali. Aku langsung browsing tentang menyembuhkan jerawat secara alami. Waktu itu aku benar-benar taku menggunakan bahan kimia. Akhirnya aku nemu jeruk nipis.
Dengan cara tepat dia bisa mengurangi jerawat alhasil memang berkhasiat. Aku bertekad akan menggunakan ini sampai sembuh. Lagi lagi karena kegiatan menumpuk membuatku tidak bisa telaten dengan jeruk nipis lagi.
Kemudian aku coba salep sriti. Sebenarnya aku enggak tahu dia punya izin atau tidak tapi sumpah dia manjur banget banget banget. Sampai mulus kembali tapi kamu makainya sebelum tidur saja karena dia glowing banget walau kamu pakai hanya pada jerawatmu saja.
Aku sudah pede dengan kembalinya wajahku yang bersih. Aku ketularan temanku yang sudah bekerja di sebuah bank. Dia selalu menggunakan make up yang lengkap tapi hasilnya natural. Aku beli bb cream, bedak, pensil alis, eyeliner, eyeshadow, blason, dan segala macem aplikatornya juga. Waktu itu aku bener-bener nggak mikir apa yang terjadi selanjutnya.
Beberapa bulan sekitar satu bulan setengah aku rutin make up. Aku lebih suka bepergian walau hanya jarak 500 meter dari kos. Misal foto-foto atau hanya sekedar mampir di kos teman. Dan disitu aku pede banget karena dandan seperti itu. Tapi karena kegiatanku yang sering keluar karena ikut kegiatan jurnalistik. Aku jadi mikir buat beli tabir surya. Waktu itu aku pakai wardah.
Satu bulan kemudian wajahku mulai bruntusan, jerawat sepertinya setiap hari keluar dan salahnya aku memilih jalan pintas dengan menutupnya pakai make up. Parah banget parah jerawatku kembali dan membawa pasukan lebih banyak. Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Aku berhenti menggunakan make up kecuali tabir surya, bedak, dan lisptik, terkadang mascara.
Bersambung.............
(maaf saya ambil gambar berdasarkan kenyataan. Maaf apabila ada ketidaknyamanan penglihatan atau perasaan. Gambar kedua itu saat memakai acnes sealimg gel)
Hingga pada suatu hari aku harus menggunakan make up untuk tampil acara teatrikal puisi. Maklum selama ini aku make up ya Cuma bedak dan lipstik. Waktu itu aku didandani dalam keadaan wajahku kotor karena pulang kuliah langsung harus siap di ruang ganti, aku Cuma basuh wajahku pakai air dan pakai sabun muka milih temanku. Waktu itu ponds yang warnanya hijau aku kurang tahu ya namanya.
Make up sampai malam. Aku terlalu lelah. Membersihkan muka pun kurang bersih sepertinya aku langsung tidur. Beberapa hari kemudian wajahku mulai bruntusan. Dan ada jerawat satu, mungkin karena mau bulanan ya. Aku bingung enggak tahu apa yang terjadi. Aku Cuma mengandalkan acnes sealing gel. Ternyata dia sudah tidak mempan lagi di wajahku. Wajahku semakin parah. Banyak yang bilang wajahku jadi semakin parah. Dari itu aku nggak pede sama sekali. Aku langsung browsing tentang menyembuhkan jerawat secara alami. Waktu itu aku benar-benar taku menggunakan bahan kimia. Akhirnya aku nemu jeruk nipis.
Dengan cara tepat dia bisa mengurangi jerawat alhasil memang berkhasiat. Aku bertekad akan menggunakan ini sampai sembuh. Lagi lagi karena kegiatan menumpuk membuatku tidak bisa telaten dengan jeruk nipis lagi.
Kemudian aku coba salep sriti. Sebenarnya aku enggak tahu dia punya izin atau tidak tapi sumpah dia manjur banget banget banget. Sampai mulus kembali tapi kamu makainya sebelum tidur saja karena dia glowing banget walau kamu pakai hanya pada jerawatmu saja.
Aku sudah pede dengan kembalinya wajahku yang bersih. Aku ketularan temanku yang sudah bekerja di sebuah bank. Dia selalu menggunakan make up yang lengkap tapi hasilnya natural. Aku beli bb cream, bedak, pensil alis, eyeliner, eyeshadow, blason, dan segala macem aplikatornya juga. Waktu itu aku bener-bener nggak mikir apa yang terjadi selanjutnya.
Beberapa bulan sekitar satu bulan setengah aku rutin make up. Aku lebih suka bepergian walau hanya jarak 500 meter dari kos. Misal foto-foto atau hanya sekedar mampir di kos teman. Dan disitu aku pede banget karena dandan seperti itu. Tapi karena kegiatanku yang sering keluar karena ikut kegiatan jurnalistik. Aku jadi mikir buat beli tabir surya. Waktu itu aku pakai wardah.
Satu bulan kemudian wajahku mulai bruntusan, jerawat sepertinya setiap hari keluar dan salahnya aku memilih jalan pintas dengan menutupnya pakai make up. Parah banget parah jerawatku kembali dan membawa pasukan lebih banyak. Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Aku berhenti menggunakan make up kecuali tabir surya, bedak, dan lisptik, terkadang mascara.
Bersambung.............
Langganan:
Postingan (Atom)
